Orang-orang Palembang

liburkeluarga.com
Saya tidak memahami mengapa bapak mertua saya tidak setuju ketika satu keponakannya menikahi gadis Palembang. Walau tidak dijelaskan dengan gamblang, kami di keluarga bisa mereka-reka alasan di balik ketidaksetujuan beliau. 

Lama tinggal di Palembang ketika muda membuat bapak mertua paham watak orang setempat. Termasuk para perempuannya. Orang-orang Palembang di mata bapak, hemat kami, merupakan pencinta hal berbau materi dan ini kemudian diunjukkan kepada orang lain. sebuah alasan yang belakangan saya hadapi sendiri masih relevan berlakunya.


Beberapa bulan ini saya memang ke sana. Saya sebenarnya sudah mendapatkan kasak-kusuk soal tingginya gengsi di mata orang Palembang. Jadi, jangan berharap kebersahajaan sebagaimana mudah saya temui di Yogyakarta. Di tempat saya, meski tampak berpakaian lusuh, tapi jangan tanya kekayaannya. Seorang tetangga bahkan pensiunkan sebuah BUMN besar plus sawah di mana-mana, begitu orang kali pertama bertemu mungkin menyangka dia seorang kuli!

Nah, di Palembang semacam kebersahajaan itu sukar, untuk tidak mengatakan mustahil adanya. Di sana, sejauh pengalaman saya menelusuri, lebih mudah mendapatkan motor keluaran terbaru ketimbang produksi di bawah tahun 2004. Hanya sekali saya dapati sebuah motor bebek keluaran di bawah tahun itu. Jangan tanya juga soal peranti mobil di tangan. Meski tampak lucu, di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II saya temui orang lokal yang berasyik ria menelepon dengan tablet gedenya. Unjuk eksistensi menjadi penting di sana!

Jangan tanya juga soal perempuan setempat. Paling susah mendapatkan manusia tanpa keglamoran ya ketika saya naik dari atau menuju Palembang. Dijamin akan selalu ada kaum hawa yang tidak bisa membedakan naik pesawat atau mau ke mal. Soal gaya nomor wahid, takpeduli aksesori yang digunakan relevan ataukah tidak ketika dibawa terbang.

Meski materialistis, orang Palembang (tentu juga suku setempat lainnya) lebih beruntung dibandingkan orang Sunda. Meski banyak yang berzuhud, orang Sunda kadung dianggap materialis. Faktanya, bisa disandingkan mana yang paling getol soal unjuk eksistensi. Teringatlah saya ada seorang rekan di bumi Sriwijaya; seorang aktivis Islam yang ingin pernikahannya dilangsungkan secara islami dan juga sederhana. Mudahkan?

Soal islami, bolehlah; tapi soal sederhana? Nanti dulu. Ini Palembang, Bung! Maka bisa dimengerti ketika saya menghadiri pernikahan seorang sepupu jauh istri yang murni dari suku Palembang, kegegap-gempitaan eksistensi itu tampak kasat mata. 

Saya tidak tahu bagaimana semua itu hadir dan ‘membudaya’ di sana. Terpikir sebenarnya apakah itu bentuk menutupi diri karena di masa lalu moyang mereka pernah meraih kebesaran namun di masa kini mereka ‘tidak ada apa-apanya’? Jangan-jangan, Jembatan Ampera nan kokoh tapi kerap dijadikan tempat taksedap (khalwat, pamer, bahkan bunuh diri) menjadi monumen ironi itu. Bukan soal kemajuan teknologinya. []

111 komentar:

Anonim mengatakan...

lha temen2 antum di gowok dulu khan kebanyakan juga palembang.

Anonim mengatakan...

kayaknya soal glamor bukan cuma urusan "palembang" nyaris ada segmen masyarakat di setiap kota di Indonesia yang juga berprilaku serupa...

ingat bung, itu bukan masalah suku atau daerah, tapi lebih ke individu, jangan digeneralisasi dengan menyebut lokasi atau suku bahkan daerah lokal, baca dulu historis palembang baru bicara soal jembatan ampera yang "Jangan-jangan, Jembatan Ampera nan kokoh tapi kerap dijadikan tempat tak sedap"

masalah kesederhanaan, saya bisa bilang semua daerah punya kearifan lokal mengenai hal ini...caranya masing2 berlaku...dan memang rata2 acara pernikahan di sumatera pasti terlihat megah, itu jika anda memang sering berkeliling dan paham apa saja di sumatera...jangan cuma bisa berbunyi tanpa melihat asal-usul dan adat istiadat setempat.
anda pasti tidak tahu kalau nyaris semua warga setempat ikut bantu membuat sebuah acara pernikahan menjadi meriah, mulai dari sekedar membawa sepiring beras sampai bandar-bandar karet dan sawit ikut membantu menyewakan kebutuhan pernikahan yg super wah...jadi pahami dulu semuanya baru bicara di publik area. trims

Yusuf Maulana mengatakan...

Fakta orang-orang Palembang di atas tentu nyata, mari kita fokus di sini dulu. Banyak yang tidak seperti sosok di atas? Tentu saja ada. Tulisan di atas hanya ingin memotret perilaku beberapa fragmen kejadian yang melibatkan orang Palembang. Karena jamak (tidak tunggal), maka jadilah judul di atas. Jadi, takada niat sama sekali genralisasi, betapapun itu bisa jadi referensi.

Anonim mengatakan...

"Banyak yang tidak seperti sosok di atas?"
sama sekali TIDAK BENAR, anda mesti banyak mengunjungi beberapa wilayah asli di palembang dan bergaul untuk menemukan kearifan adat melayu sumatera, meski saya bukan orang palembang, tapi saya tahu betul antropologia etnis palembang dan sumatera selatan pada khususnya sama sekali tidak memiliki akar untuk bergaya glamor, kalau anda bicara pesolek, ya itu benar adanya bahwa etnis melayu sumatera senang sekali bersolek dan itu budaya serapan dari taipan-taipan tionghoa dan india.

dan maaf kalau ternyata pikiran dan tulisan anda sangat sempit melihat sebuah etnis, tulisan yang tidak mencerminkan sebuah representasi yang jamak dari beberapa kejadian yang anda sama sekali tidak tahu dan bisa membuktikan apakah itu dilakukan oleh etnis palembang atau sunda seperti yang anda bahas diatas. Trims.

Yusuf Maulana mengatakan...

"Banyak yang tidak seperti sosok di atas?" ujar saya. "Sama sekali TIDAK BENAR," sanggah Bung Anonim. Dan berikutnya menderasnya alinea penegasan otoritatif Saudara.

Padahal, yang dimaksudkan jelas: orang Palembang masih banyak kok yang tidak seperti gambaran potret seperti saya temui, alias masih bersahaja. Menyatakan TIDAK BENAR menjadi kebalikan dari maksud saya di atas, tentunya. Harap saksamai lebih jernih dan tidak tergesa-gesa ya.

Anonim mengatakan...

sungguh tulisan Anda di atas merupakan penjatuhan citra

tidak semua seperti itu...setiap daerah keunikan masing-masing, setiap daerah memiliki sifat seperti yang Anda jabarkan ditulisan Anda

Anda mengklarifikasi hal tersebut di balasan komentar bukan tulisan Anda

yang jadi permasalahan adalah tulisan Anda bukan balasan komentar Anda

saya asli jawa kelahiran palembang dan istri saya asli palembang. tidak ada hal seperti yang Anda sebutkan di tulisan Anda

setiap orang yang membaca tulisan Anda tentu akan terbayang betapa materialistisnya orang palembang
tidak ada kalimat di tulisan Anda yang menyatakan bahwa tidak semua orang palembang seperti yang Anda tulis bukan

hal seperti ini dapat memicu SARA

Yusuf Maulana mengatakan...

Sy hormati cara persepsi Bung Anonim. Terima kasih kritikannya.

Anonim mengatakan...

Bukannya diseluruh daerah sama saja ya ???
kenapa yg diangkat cm daerah palembang saja.
pernah sakit hati di tolak gadis palembang ya :p

Anonim mengatakan...

wehh.. kok gitu maz, sya org jogja punya istri org palembang. istri saya beserta saudara dan sepupu2 perempuannya baik2 koq, pinter masak, nggk manja dan yg paling pntg cantik n putih2.. wkakaka..
salam dri wong jogja-palembang

Anonim mengatakan...

Yang nulis ini picik jalan pikirannya...

Anonim mengatakan...

Ada benarnya orang palembang gede gengsi tapi kami nggak mau jual diri kayak suku anda terlalu murahan kalau soal pesta pernikahan kalau kami menikah itu kebanyakan hanya satu kali apalagi bagi wanitanya bukan kayak suku anda janda duda hal biasa jadi ini filosofinya jangan picik coba analisa dulu jangan menulis hal yg sifatnya tidak produktip

Anonim mengatakan...

Cara berpikir anda sempit, disemua kota gaya hidup materialistis itu pasti ada namun itu tdk mencermikan sifat dari suku atau ras itu berada, tapi lebih ke individunya... Anda pasti tahu palembang adalah kota besar jadi yg tinggal disana bermacam suku dan ras.. Istri saya cantik dan bersahaja, asalnya dari Palembang lho..

Anonim mengatakan...

Anda picik sekali di jakarta itu hal biasa mengenai mantan pengsiunan bumn yg bersahaja anda bodoh sekali orang kalau cuma pekerja memang nggak bisa kaya mungkin aja kesederhanaan dia untuk menyembunyikan hasil korupnya mungkin dari gemilang sejarah orang palembang hebat tapi sekarangpun banyak pimpinan lemb orang palembang ketua MPR DPR KEJAGUNG dan menko perekonomian. Belum lagi pak jimli,antasari sendangkan anda hanya blogger picik kalau anda ke kamerun lihat etoo naik jaguar anda berasumsi orang kamerun kaya semua dan kalau secara guyon hanya taupik kemas yg pernah di atas presiden jangan berbicara suku secara dangkal kalau anda bernicara begitu di depan orang palembang perut anda kena tujah thank

Anonim mengatakan...

Produk dijamin asli
Nabila Shop : Barang yang Kami Tawarkan Semuanya Barang ASLI ORGINAL Ada Garansi Resmi Distributor.
Semua Produk Kami Baru dan Msh Tersegel dLm BOX_nya.
BERMINAT HUB-SMS 085-757-299-675 ATAU KLIK WEBSET RESMI KAMI http://nabilashop77.blogspot.com/
BlackBerry>Samsung>Nokia>Apple>Acer>Dell>Nikon>DLL

Ready Stock !
BlackBerry 9380 Orlando - Black
Rp.900.000,-

Ready Stock !
BlackBerry Curve 8520 Gemini
Rp.500.000,-

Ready Stock !
BlackBerry Bold 9780 Onyx 2
Rp.800.000,-

Ready Stock !
Blackberry Curve 9320
Rp.700.000,-

Ready Stock !
Samsung Galaxy Tab 2 (7.0)
Rp. 1.000.000

Ready Stock !
Samsung Galaxy Nexus I9250 - Titanium Si
Rp.1.500.000,-

Ready Stock !
Samsung Galaxy Note N7000 - Pink
Rp.1.700.000

Ready Stock !
Samsung Galaxy Y S5360 GSM - Pure White
Rp.500.000,-

Ready Stock !
Nokia Lumia 800 - Matt Black
Rp.1.700.000,-

Ready Stock !
Nokia Lumia-710-white
Rp. 900.000,-

Ready Stock !
Nokia C2-06 Touch & Type -
Dual GSM
Rp.450.000,-

Ready Stock !
Nokia Lumia 710 - Black
Rp. 900.000,-

Ready Stock !
Apple iPhone 4S 16GB (dari XL) - Black
Rp.1.200.000,-

Ready Stock !
Apple iPhone 4S 16GB (dari Telkomsel)
Rp.1.200.000,-

Ready Stock !
Apple iPod Touch 4 Gen 8GB
Rp.700.000

Ready Stock !
APPLE iPod Nano 8GB - Pink
Rp.500.000,-

Ready Stock !
Acer Aspire 4755G Core i5 2430 Linux Blue
Rp 1.700.000

Ready Stock !
Acer Aspire One AOD270 10.1
Rp. 1.000.000,-

Ready Stock !
Acer TravelMate TM8481-2462G32
Rp. 1.400.000

Ready Stock !
Acer ICONIA Tab W500 10.1" Tablets Notebook
Rp. 1.100.000,-

Ready Stock !
Nikon D7000 kit 18-105mm
Rp.1.700.000

Ready Stock !
Nikon D90 Kit 18-105mm Vr
Rp 1.300.000

Ready Stock !
Nikon Coolpix L 120 Red
Rp. 900.000

Ready Stock !
Nikon Coolpix P 500 Black
Rp 1.000.000

Anonim mengatakan...

hapuss tulisan ini tersesat

Anonim mengatakan...

SESAT

Anonim mengatakan...

tempelan streotip anda tentang orang palembang benar2 keterlaluan. saya juga bisa menjenarilasasi tentang daerah anda kalau begitu, saya sudah 7 tahun tinggal didaerah anda ini. saya bisa jg katakan kalau orang didaerah anda ini suka menusuk dari belakang, pelit/tidak loyal dan matre bibit bobot bebet atau apalah. namanya orang ada jahat juga ada baiknya. nasib buruk anda saja ketemu orang palembang yang anda katakan jahat. atau memang anda sudah "mengecap" semua orang palembang itu buruk dan sudah anda makan mentah2.

Anonim mengatakan...

palembang itu kota besar, bermacam2 orang ada disitu, orang dari jawa banyak disana! kalau ingin lihat kehidupan asli orang palembang ya langsung kedaerahnya, banyak yang memang sudah kaya dari nenek moyangnya loh...

Yusuf Maulana mengatakan...

Orang Palembang yang diulas di tulisan di atas adalah orang yang saya temui. Semua orang Palembang PASTI begitu? Saya tidak berpikiran ke sana. BANHYAK dan PASTI dalam ilmu logika harus dibedakan. Di Jawa banyak yang 'suka menikam', betul. Semua orang Jawa begitu? Tidak ah. Nah, mari berlogika dan membaca dengan saksama. :D

Anonim mengatakan...

hahaha.. ini tulisan terlihat seperti tulisan orang tak berpendidikan. ini berbau sara, hal yang seperti ini tidak pantas dipublikasikan ke publik. ingat pak sya aja ngerti pdahal saya baru berusia belasan tahun.. sedangkan bapak kan sudah dewasa,sduah punya anak.. bekerja sebagai konsultan pula

Anonim mengatakan...

dasar wong jowoooooo
main belakang tu lahhhhh
ngomong depan langsungg ga beraniii
wong palembang gengsi tinggi tuh wajar makanya sulit ditaklukkan, beda
sama jawa yang mudah dijajah, nurut2 sahajaa tapi dipendem didalam.

saya asli palembang di plaju, sangat tidak
setuju sama tulisan ini
terutama "Jembatan Ampera nan kokoh tapi kerap dijadikan tempat taksedap (khalwat, pamer, bahkan bunuh diri)"

kasih kesimpulan ngeracau...

Anonim mengatakan...

sifatnya nggk bagus org yg posting artikel ini, perlu memperbaiki diri.. picik,keras kepala dan berfikiran negatif/sempit

Anonim mengatakan...

sirik tanda tak mampu

dunia misteri mengatakan...

Saya Rasa apa yang anda sebut di atas sangatlah jauh berbeda dengan kenyata'an ,, mungkin ada sebagian masyarakat disana besifat glamour ,, tapi untuk di perdalam sifat glamour bukanlah sifat umum manusia namun sifat individu .
Mungkin sebagian besar orang indonesia itu memiliki sifat glamour , terbukti dengan masuknya indonesia sebagai konsumen pasar terbesar di dunia , dengan menjamur'a produsen" elecktronik, mesin dll di indonesia
Contoh : hp cina
Jadi saya rasa penilayan anda itu sangat salah , ada baik'a anda memperbaiki tulisan anda , sebagai orang yang berpendidikan tentulah anda faham , bahwa sanya kita harus dapay saling menghargai ,, tulisan anda ini termasuk tulisan profokasi dan dapat menghasut ..
Sya juga dulu pernah tinggal di jogja , kurang lebih 6 thn ( saat sya menuntut ilmu ) , sya melihat ada sifat baik buruk orang disana , baik'a : sopan sopan santun yang sangat hangat berada disana .
Buruk'a : sifat menikam dari belakang yang ada disana , baik dan ramah di depan namun menghujat di belakang.
Namun kesemua itu bukanlah menjadi patokan bagi saya untuk menilai seluruh masyarakat disana seperti itu , karna sifat manusia itu tergantung individu masing , tak semua orang jogja itu sopan , dantak semua orang jogja itu mau menikam dari belakang ,, karna mungkin di semua tempatpun kita akan menemukan sifat yang sama ., jadi sekali lagi bukan sifat umum tapi sifat INDIVIDU manusia itu masing" ,,
Mohon maaf jika ada kata" saya yang salah , ini hanya sebuah perbandingan saja ..
Trimakasih

edi comel amsting mengatakan...

Buyan badek kau

edi comel amsting mengatakan...

Buyan badek kau

Anonim mengatakan...

Kamu terlalu narrow minded cup, saya menolak pendapat anda yang langsung mengecap Palembang (Whole), orang ASLI Palembang itu sangat sederhana dari pakaian, makanan, rumah. Saya juga pernah hidup di Yogya & Bandung, saya cukup kaget ternyata di lapangan banyakan cewek-cewek dari suku Sunda & Jawa itu terlalu gampangan & bisa pakai, mereka mudah sekali dirayu & cepet banget tergiur oleh uang, padahal itu sangat sulit untuk didapat dari cewek ASLI Palembang yang selalu menjaga harga dirinya. Tapi enak juga di Jawa yang begitu.

ascom mengatakan...

hehehehehe...hebat nean wong jawo ne,,,,, kmi wong plembang asli dlu terkenal smpe mancanegara...dak cak majapahi pilat,, crta dikarang2,,padahal cm angan2,, di plembang modern sdh bnyk keturunan jawo yang ngaku2 plembang,, tuh kesultanan plembang asal dari jawo..

Anonim mengatakan...

Tulisan ini.mungkin bisa diasumsikan SARA kalau tarik benang merah negative, tapi actually kenyataannya ya seperti itu

Anonim mengatakan...

Sebagai tambahan, mostly wong kito kebanyakan excuse, kurang profesional dan semrawut

Anonim mengatakan...

^ yg bilang orang palembang excuse, kurang profesional dan semrawut. maaf jika anda merujuk itu ke seluruh orang palembang, anda salah 1000% !!! tidak semua orang palembang itu seperti yg anda katakan. ingat jawa itu perusak budaya !!!,,,,nenek moyang anda orang majapahit datang ke palembang kemudian berkuasa disana dan akhirnya mengaku2 sebagai asli wong palembang.

itulah cikal bakal "wong asli plembang" jadi yg bilang bahwa orang palembang itu materialistik itu sebenarnya sedang menunjuk ke mukanya sendiri sebagai orang jawa.

Anonim mengatakan...

Saya sangat sesalkan tulisan bung yusuf, terlepas dari niatan apapun yang mendasari beliau membuat tulisan ini. Dalam kapasitas apa anda merasa berhak membuat tulisan komparatif antara oknum suku anda dengan oknum suku palembang yang justru bisa menimbulkan kebencian yang lebih luas?mungkin diantara orang2 yang menjalani hidupnya dengan baik. Coba anda pertimbangkan, apakah dengan tulisan anda ini yang mulia pensiunan BUMN di jawa akan merasa gaya hidupnya yang sederhana dijadikan panutan oleh para pembaca tulisan, atau mungkin sang wanita palembang glamor yang anda cibir seketika berubah menjadi lebih membumi. Jika anda berpikir jernih dan jujur menilai dampak tulisan anda, saya yakin anda akan berkesimpulan bahwa tulisan ini tidak lebih dari sampah di dunia maya, saya tidak melihat satu pun manfaat positif dari tulisan anda ini. Berhentilah jadi manusia indonesia yang berpura-pura tahu padahal tidak tahu. Terlalu banyak sampah sejenis itu di indonesia yang kita cintai.Jangan jadikan diri anda sampah terbaru di tumpukan sampah yang menggunung bung, bahkan sampah yang lebih tua dan busuk pun tetap akan menganggap anda sampah, tidak lebih baik dari itu.

Anonim mengatakan...

Satu lagi contoh kegagalan pendidikan di indonesia. (Mungkin) banyak baca buku, (mungkin) banyak diskusi, (mungkin) banyak interaksi, (mungkin) punya modal IQ tinggi, hasilnya : si pintar makin banyak perbendaharan kata buat berkilah tak kenal salah, punya pikiran makin picik, egois, gila hormat kalau bukan sok pintar, bagi si pintar berilmu dianggap penting tp dianggap berilmu jauh lebih penting (materialistik tahap dewa). Baca berjudul-judul buku tapi buat tulisan.....SARA.
ini 2013 bung, saya sarankan anda selain baca buku baca kalender juga yah. Tahun 1965-an terakhir orang buat tulisan konsumsi publik yang nyangkut2 SARA mas, hari gini dah gak laku, sampah aja itu..

Zul Amri mengatakan...

yo adolah yg cak itu, cuman jangan di samo rato ge galo wak.

salam wong kito

discovery Rambang mengatakan...

yg nulis ini nag mati apo... mikir tu pake otak oii jng pake dengkul... ngapo wong jawo bnyk ke sumatra ? krno dsno dio dag dpt makan... makanya kabur... ndag apo sluruh wong jawo di sumatra diusir keluar ???

Anonim mengatakan...

parah nih tulisan..gw bukan orang palembang dan gw bukan orang jawa.kenapa parah?
1. karna tulisan ini mengandung SARA bgt
2. tulisan kaya gini memancing perdebatan...bawa2 suku.
hellooo hare gini, ga cape apa sama isu tawuran antar warga, pelajar,antar suku?? do we really need this kind of writing? cuman menyulut emosi orang palembang yg bc aja, trs jd malah ngebales suku jawa...maleees bgt. dimana semangat bhineka tunggal ika????
3. trs klo salah satu suku cenderung matre, perlu bgt yah dibikin tulisan? klo mau bikin tulisan kelebihan dan kelemahan semua suku di indonesia aja sekalian biar adil!
4. aneh menurut gw tulisan ini ga mau dibilang me- generalisasi orang palembang. yg bc nangkepnya kaya gt ko, yg salah yg nulis apa yg baca yah...klo jawabannya tgantung persepsi orang beda2.... nah laen kali pikir dl sebelom nulis, gmn persepsi orang yg bc
5. beneran deh pak, laen kli jgn bikin tulisan yg bisa bikin orang berantem dan emosi! jgn pake otak aja, tp pake hati jg

Sheeee mengatakan...

aku orang Jawa nih, yang mau ada rencana pindah ke Palembang. Boleh kasih saran dong bagaimana aku harus hidup dan berbaur dengan orang sana.
Paling ngak bagaimana cara menghadapi orang-orang pribumi sana, agar ngak merasa asing banget gitu.
Makasaihh :)

Sheeee mengatakan...

aku orang Jawa nih, yang mau ada rencana pindah ke Palembang. Boleh kasih saran dong bagaimana aku harus hidup dan berbaur dengan orang sana.
Paling ngak bagaimana cara menghadapi orang-orang pribumi sana, agar ngak merasa asing banget gitu.
Makasaihh :)

Anonim mengatakan...

artikel sampah kek gini di ladenin,, klw kta tukul arwana org ndesoo.. spt katak dlm tempurung..

org kek gini hidupnya psti cm gitu2 aja, nggk ada kemajuan..

keliatan dari pola brfikirnya..

Anonim mengatakan...

kepada pihak berwajib tlng introgasi yang nulis artikel ini,berbau SARA.apa maksud dan tujuannya.kami orang palembang egk bisa menerima.tks.

Anonim mengatakan...

tapi emang bener sihh kadang rada belagu juga bbrp orang2 sana yg ditemui.... gengsinya tinggi...

tapi tetep itu gak semua org sana bgitu....

Anonim mengatakan...

sebenernya klo kita semua berpikir jernih dan gak emosian kayak si munarman...

yang namanya blog mah itu kan ibarat diary, dmn tulisan itu akan bercampur dengan pengalaman dan penilaian subjektif individupenulis.....


sama sekali gak ada yang salah... siapapun berhak mempunyai penilaian berdasarkan pengalaman... hal yang terjadi biasanya dr sebuah tulisan adalah feedback antara yg setuju dan tidak...

ini wajar bung.... sewajar anda berkjomentar....

yg nulis wajar karena dia punya pikiran, yg komen juga wajar apapun isinya.,..

inilah indahnya dunia berdialog dan berdialektika

Anonim mengatakan...

hadeeeeeeeh -_-,,, saya gadis palembang asli,,, orang tua saya selalu mengajarkan kesederhanaan, berhemat, dan selalu sopan kepada setiap orang... mau di pukul rata ya ndak mungkin toh ??? lah wong saya dapet calon orang jawa...

Anonim mengatakan...

Kebetulan Istri saya orang Plembang, istriku tidak pernah menuntut hal2 diluar kemampuan saya. Menerima apa adanya, dari mulai saya kismin jatuh terpuruk hingga menikah, punya anak dan akhirnya perekonomian keluarga lumayan sukses.
Malahan care dengan anak dan keluarga dan Jago masak pempek bisa makan sepuasnya gak usah beli..hemat tho??....cmiw ^_^.



Anonim mengatakan...

Sebaiknya artikel dihapus saja, karena berpotensi menjadi fitnah, memecah belah KELUARGA dan persaudaraan, saya kira kalo anda muslim, insyaALLAH anda mengerti.

Magali mengatakan...

Tulisan Dari cara pandang sterotip seolah-olah suku atau diri penulis lebih baik atau beradab, kalau saja penulis mau melakukan sedikit riset bukan Dari prasangka mungkin penulis Akan lebih berbobot tulisannya.

Tulisannya yg tendensius menunjukan bagaimana piciknya jalan pikiran penulis. Kalau penulis tidak punya interaksi yg kuat atas suatu Kota jangan kemudian menilai seenak perut.

Seorang yg dibesarkan Dari lingkungan intlektual seperti jogja harus banyak mengunjungi kota lain di indonesia bahkan tinggal cukup lama untuk mengenai Adat istiadat dengan baik.

Setiap daerah memiliki "local wisdom" yg Akan membuat kita kagum, saya yg pernah merasakan bagaimana hangatnya warga Kota yg saya diami di Palembang, jogja, Jakarta, Surabaya, makassar bahkan manado.

Semoga anda menjadi lebih bijaksana Dan dapat menjadi rahmatan lil alamin.

Wassalam

sony mengatakan...

bagi saya orang yang paling berbahaya adalah orang JOGJAKARTA.............di balik keramahan orang jogja,lemah lembut.......tapi berjiwa pelit dan materialistis.kalau sama orang lain ingin lebih,tapi dia sendiri hitung hitungan.Perempuannya suka melacurkan diri,biarpun sudah punya suami.hati hati sebelum anda tertipu........ini bukan fitnah tapi nyata..saya mengalami

Anonim mengatakan...

Sembeleh dan cincang bae wong jawo busuk sikok ini...la meluat samo jawo, tambah meluat lagi gara2 baco artikel budak jawo sikok ini...

jingga mengatakan...

Dari kecil kami dididik tdk cinta HINDUNESIA.sampai saya besar punya keinginan kuat utk memisahkan sumatera dari hindunesia.menjadi negara sendiri.mengusir transmigrasi lalu digantikan orang sumatera asli..muak sama jawanesia...bener kato wong tuo aku ..wong jawo nhi kl lah pacak pake sepatu ninjak kepala.kl sumatera.sulawesi.kalimantan.papua lepas dari indonesia....nak makan apo jawo??

Anonim mengatakan...

Kisah nyata :

Orang Palembang teman saya rata2 "bodoh" tapi mengaku pintar. Banyak tuh yang tua bangka katanya berpengalaman udah 2 tahun kerja di perusahaan tetap kalah sama pekerja baru dari suku lain. Share aja terimo kagak terimo ini salah satu kenyataan. Berlapang dadalah. Trendsetter memerdekakan bangsa awal mulanya adalah sang proklamator dan dia dari suku bangsa darah Bali - jawa. saya dari betawi yang terkadang memang agak malas orang-orangnya.

Tapi inilah kehebatan kami, di cerca adalah suatu bentuk sayang bagi kami.

Salam betawi punye cerite.


Anonim mengatakan...

atas nih lagi sok2 ngaku betawi, padahal org jogja.

JAWA = PENGECUT..itulah sifat mereka, nyamar jadi muka atau kelompok orang lain utk mengadu domba.

makanya JAWA = YAHUDI

Anonim mengatakan...

tulisan ini mengandung unsur SARA yang tinggi, enggak ada suatu suku bangsa pun yang sempurna, ini menandakan bahwa penulis berfikiran sempit dan arogan merasa suku bangsanya paling hebat...

Anonim mengatakan...

blog anjing jawa

Hikma Tiarr mengatakan...

yg pasti orang palembang itu ga punya dan ga prnah membudayakan BUDAYA MAKAR tau makar dak ??....busuk ati dan menjatuhkan orang lain dr belakang kami ga kenal itu !!.....

Anonim mengatakan...

tulisan yg bodoh dan dangkal ilmu....belum pernah saya ketemu perempuan palembang di tempat2 maksiat, bahkan di kota palembang sekalipun... mereka sebagian besar berasal dari jawa...tp saya tak bisa mengambil kesimpulan bahwa orang dari tanah jawa perempuannya murahan semua....tiap daerah punya etos tertentu om...apakah saya boleh berkata nahawa orang jawa malas semua karena hampir semua peminta2 di palembang berasal dari jawa....apakah saya boleh berkata bahwa orang jawa penakut karena tidak ada orang jawa di palembang yang berani membela harga dirinya tanpa beking aparat...itu fakta om...ada istilah di palembang sudah makan tidak merokok sperti ditabok orang jawa/cina tapi tidak melawan...sampe segitunya om...tapi apa boleh saya berkata bahwa orang jawa ga puna harga diri...hati2 dalam mempublikasikan sesuatu..btw saya tetap berpikir anda tidak murahan, tidak penakut, dlll

dellycious mengatakan...

Sudahlah bung,,saya asli palembang saya rasa opini di atas ada benernya juga,,namanya juga keseragaman,,itulah yg buat indonesia makin kaya,,,salam wong kito galo

buyung siddiq mengatakan...

sayanasli palembang jg.. klo dipikir mendalam emang betul watak seperti itu sdh mendarah daging, cuma klo iman pemahaman agama tidak kuat jadilah seperti ini..

Usama Juniansyah Fauzi mengatakan...

Budaya hedonis dan pamer harta ga hanya di Palembang.. Jangan2 anak pejabat bumn lebih hedonis dari rata orang Palembang.. Hahaha.. Hari gini masih primordial..

enri kusnadi888 mengatakan...

kontol,,cobo yg meraso wong palembang,,kto cari siapo yg nulis ini,,klu lh ketemu lngsung bunuh,,sebarke samo wong kto,,

enri kusnadi888 mengatakan...

kontol,,cobo yg meraso wong palembang,,kto cari siapo yg nulis ini,,klu lh ketemu lngsung bunuh,,sebarke samo wong kto,,

Anonim mengatakan...

Yang punya blog ini memang suka nulis artikel berbau "SARA".. Jgn terpancing, penyakit hatinya udh kronis

Anonim mengatakan...

di kampus ane PTN terbesar di jogja kalok ada mahasiswa dari PALEMBANG, pasti imange nya jelek, cewk & cowok semua nya matreeeee, glamor, mau menang sendiri, nekat, dan player, makan temen, tapi kebayakan juga pada BEGOOO, BAGUS NYA CUMAN DI PENAMPILAN FISIK DOANG !!!

Rizpa Arya mengatakan...

Woy anjing..brani kau ngomong cak itu'e.. kau ngomong cak itu di depan wong palembang.. dak nyampe 5 menit lah bekubur di situ lah kau..

Yusuf maulana's mengatakan...

Hidup wong palembang..
Aku asli cewe palembang' aku dak setuju dgn yg di tulis pak yusuf, itu fitnah, dan semua tulisan pak yusuf itu smuanya dak benar, itu bisa mengadu domba antara suku' itu kata_ kata yg tdk mengenal bangku sekolahan' tolong di hapus aja, tulisan ny.... Salam wong kito galo..

Ayu cute mengatakan...

Hidup wong palembang..
Aku asli cewe palembang' aku dak setuju dgn yg di tulis pak yusuf, itu fitnah, dan semua tulisan pak yusuf itu smuanya dak benar, itu bisa mengadu domba antara suku' itu kata_ kata yg tdk mengenal bangku sekolahan' tolong di hapus aja, tulisan ny.... Salam wong kito galo..

Alek mengatakan...

Woy jd org jgn blgu,sok tau lg,kbykn org jawa dpt org palembang tu bangga.cuma kau doang yg org jawa gila.

Anonim mengatakan...

Aduh bung, anda memang parah, sebodoh bodoh saya ini, saya bisa menangkap pesan & kesan yang sangat kuat pada tulisan anda di atas, tapi sayang anda tidak bisa membatasi tulisan anda yang berawal dari satu fragment kejadian yg bisa terjadi di mana saja, tidak ada penekanan di situ, akhirnya tulisan menjadi liar, saran saya sesama muslim, lebih baik anda hapus saja, ditakutkan menyebarkan kebencian dibandingkan mendatangkan kebaikan.

Anonim mengatakan...

setuju dengan tulisannya.. suka mendominasi, merasa paling wah sendiri,... nggak mau kalah.. suka nusuk dari belakang.. dan suka merendahkan orang lain.. pintar sekali cari muka..

Anonim mengatakan...

Kenapa Ir. Soekarno menikahkan anaknya Megawati dgn org Palembang (Taufik Kiemas)..?? yg punya blog ini tolol

Anonim mengatakan...

Anda bisa nilai sendiri bagaimana sifat org2 asli yg tinggal di pulau jawa tsb.. penulis artikel ini contohnya..

Anonim mengatakan...

Kalau Banci/Perempuan memang suka Curhat2 di blog kayak ini sih..

Anonim mengatakan...

Nak cariii mati wong bikinn blog ini , ngpo dk ngmong langsng dg wong asli palembang kalu nak matii be

supandi pandi mengatakan...

aku, wong pelembang, ngerantau ke jakarta (pulau jawa), banyak bertemu dengan orang2 jawa, aku sudah pelajari semuanya, dan kesimpulannya adalah; 1. orang jawa tidak menganggap penting pendidikan,dan klo sudah besar sok tuo padahal picik fikirannya, makanya klo ngomong gak tau dengan siapa dia berhadapan (yg penting memelas, sok kenal). 2. banyak basa-basi, sok tekun,main belakang ( pengecut !) 3. klo berdagang banyak menipu ( main mistis), gak jujur dengan bahan makanannya. 4. KKN, banyak yang korupsi karena dari orang jawa, dan banyak lagi. Halo mangcek bicek ati2 samo wong jawo, dengan kelembutannya suka nusuk dari belakang. HIDUP WONG KITO

Anonim mengatakan...

Ini yg nulis sotoy, goblok, jgn pengamatan pribadi tp ada ga sumber data yg resmi utk acuan. Bisa mati anda di tujah kalo ke palembang

Anonim mengatakan...

Tujah Tulah budak ini....karungi..buang ke sungi musi...jadike makanan iwak belido tu la..

agus oranto mengatakan...

sepertinya yg membuat tulisan ini sakit jiwanya...atau pernah sakit hati dengan orang Palembang tapi taK terbalas,,,DENDAM TAK SUDAH..sadarkah anda tulisan anda ini menambah kebencian kami dengan orang Jawa..!!!

Wai Gumai mengatakan...

oi mang yusuf kau ni bikin gawe gian. *Cubo kampang ke dulu*

Anonim mengatakan...

yang bodoh itu justru orang yang sudah mati2an belajar tapi tetap miskin, pinter sih tapi miskin buat apa. kalo benar2 pinter ya pasti kayalah....yaitu orang Palembang. jangan iri dengan kekayaan dan kejayaan orang palembang ya

Anonim mengatakan...

yang bodoh itu justru orang yang sudah mati2an belajar tapi tetap miskin, pinter sih tapi miskin buat apa. kalo benar2 pinter ya pasti kayalah....yaitu orang Palembang. jangan iri dengan kekayaan dan kejayaan orang palembang ya

Anonim mengatakan...

yang bodoh itu justru orang yang sudah mati2an belajar tapi tetap miskin, pinter sih tapi miskin buat apa. kalo benar2 pinter ya pasti kayalah....yaitu orang Palembang. jangan iri dengan kekayaan dan kejayaan orang palembang ya

Anonim mengatakan...

yang bodoh itu justru orang yang sudah mati2an belajar tapi tetap miskin, pinter sih tapi miskin buat apa. kalo benar2 pinter ya pasti kayalah....yaitu orang Palembang. jangan iri dengan kekayaan dan kejayaan orang palembang ya

Anonim mengatakan...

Astagfirullah, yang nulis blog harap hati2 menuangkan isi pikirannya, yang berkomentar tidak perlu sampai begitulah.

Anonim mengatakan...

Mang Cek Pastilah Awak tu Belum pernah kecebur ke sungai MUSI Yooo...

Dasar Buyaaannn

Ria Angraeni mengatakan...

Saya orang palembang (orangtua asli palmbang) tp lahir dan besar di jakarta dan sekitarnya, sebenarnya klo mau compare, mmg cerita diblog ini ada benarnya, sy termasuk sm yg
shockculture sewaktu saya mulai hijrah ke palembang karna kebetulan dapet kesempatan kuliahnya disana, mmg melihat gaya orang2 disana bisa dibilang ga kalahlah sm org2 jkt,lifestyle semuanya ga ada buangan, metropolis. Wajar klo banyak org palembang jd artis, krna mmg mereka terobsesi mengikuti trend. Ga cm di kota2 besar, di daerah pelosok pun status sosialseseorang bisa benar2 tercermin dr gayanya. Tp ya itulah keanekaragaman indonesia, ga bs semuanya di generalisir, mungkin ad jg tempat2 tertentu di luar palembang yang belum terjamah atau belum terlihat
karakeristiknya satu persatu. Msh byk jg org palembang yg low profile, tapi satu hal, org palembang ini kuat dan tegas dlm hal prinsip, yg kadang klo org ga kenal banget pasti salah ngira dan berpersepsi bahwa orang palembang itu gengsinya tinggi.

Ria Angraeni mengatakan...

Saya orang palembang (orangtua asli palmbang) tp lahir dan besar di jakarta dan sekitarnya, sebenarnya klo mau compare, mmg cerita diblog ini ada benarnya, sy termasuk sm yg
shockculture sewaktu saya mulai hijrah ke palembang karna kebetulan dapet kesempatan kuliahnya disana, mmg melihat gaya orang2 disana bisa dibilang ga kalahlah sm org2 jkt,lifestyle semuanya ga ada buangan, metropolis. Wajar klo banyak org palembang jd artis, krna mmg mereka terobsesi mengikuti trend. Ga cm di kota2 besar, di daerah pelosok pun status sosialseseorang bisa benar2 tercermin dr gayanya. Tp ya itulah keanekaragaman indonesia, ga bs semuanya di generalisir, mungkin ad jg tempat2 tertentu di luar palembang yang belum terjamah atau belum terlihat
karakeristiknya satu persatu. Msh byk jg org palembang yg low profile, tapi satu hal, org palembang ini kuat dan tegas dlm hal prinsip, yg kadang klo org ga kenal banget pasti salah ngira dan berpersepsi bahwa orang palembang itu gengsinya tinggi.

Anonim mengatakan...

Nyimak komen komennya kok sepertinya beberapa komentator yang ngaku asli palembang sedang menunjukan sifat aslinya, saya rasa tulisan diatas hanya pancingan/kail, terpancing? itu resiko, kalo tidak merasa yo ojo nesu nesu.

Raid Farisandi mengatakan...

Kakek saya asli orang jogja dan sudah sejak tahun 1957 tinggal di palembang. Dia dihargai oleh masyarakat palembang dan diangkat sebagai pejabat pendidikan dan kebudayaan di kota palembang. Ayah saya lahir di palembang dan besar di palembang..kemudian menikah dengan ibu saya di jogja dan saya lahir di jawa tengah.. saya besar di palembang sudah 23 tahun..sekarang umur saya 26 tahun.. anak saya lahir di palembang. Yang saya tau orang palembang itu pintar karena budaya berdagang.. palembang adalah kerajaan sriwijaya.. sriwijaya merupakan kekuatan terbesar perekonomian dan politik di asia tenggara dari dulu sampai sekarang.. emas paling bagus kualitasnya adalah emas kerajaan sriwijaya.. kain songket khas palembang pun harga nya puluhan juta.. yang membuat rusak citra kota palembang adalah sebagian penduduk pendatang dari daerah lain yang tidak berpendidikan tidak punya sopan santun dan aturan, tetapi setelah mereka sekolah dan kuliah maka mereka punya akal pikiran dan sopan santun.. Palembang asli adalah keturunan China dan Melayu.. etnis tionghoa budha hindu dan melayu islam.. kemudian datanglah kerajaan majapahit..

Raid Farisandi mengatakan...

Sebuah kebenaran itu tidak ada dan sulit untuk dicari di dunia ini..
karena kebenaran hanyalah sebuah opini dan sudut pandang kita masing-masing..
Sebaiknya kita koreksi diri kita masing masing dan mulai melanjutkan sekolah dan pendidikan kita agar kita lebih pintar.. dan belajar lebih banyak tentang agama agar kita punya akhlak yang sopan dan saling menyayangi sesama makhluk hidup.
Terkadang setan merayu kita untuk agar kita merasa hebat ketika di dunia.. apakah kita masih bisa merasa hebat ketika sudah meninggal..?

Raid Farisandi mengatakan...

Kita jangan saling mengejek antara orang jawa dan palembang. Karena sejak jaman dahulu kala kerajaan sriwijaya sudah menikah dengan kerajaan majapahit.. Kita semua satu jenis.. satu keluarga dan keturunan.. Sejak jaman indonesia belum merdeka sudah banyak orang palembang tinggal di jogja dan banyak pula orang jawa tinggal di palembang..
GARA-GARA PENDAPAT DAN RASA SAKIT HATI DENGAN PENDUDUK PALEMBANG YANG PERNAH DIALAMI BAPAK MERTUA MAS YUSUF SEHINGGA MAS YUSUF TER-DOKTRIN PIKIRAN NYA OLEH RISET MAS YUSUF YANG BELUM SEMPURNA DAN MENULIS BLOG YANG SALAH INI MENYEBABKAN BANYAK MASYARAKAT PALEMBANG DAN MASYARAKAT JAWA MENJADI TERSINGGUNG DAN SALING FITNAH.. MARI KITA SALING MEMAAFKAN BAGI YANG MENULIS BLOG DAN YANG BERKOMENTAR ANEH DAN KITA SALING MEMPERBAIKI KESALAHAN KITA DENGAN TERUS MELANJUTKAN PENDIDIKAN SEKOLAH DAN PENDIDIKAN AGAMA.. SEMOGA INDONESIA MASIH BISA RUKUN DAN DAMAI..

Hamengkubuwono mengatakan...

apa hanya Palembang ? kau tu wong perantau dak usah sok tau, sotoy nian kau tu yusuf. kau tau ngapo di jawa banyak musibah ? karna perilaku masyarakatnya yang masih tinggi akan SYIRIK !
mana ada dalam ajaran islam sedekah bumi, arung kepala kerbau ke laut dan sesajen di pohon.

aku sempat syok sewaktu ke mirota batik di malioboro melihat SYIRIKNYA ORANG JAWA DISANA. di mirota batik banyak sekali sesajen dan kenapa itu dibiarkan oleh ulama di jogja maupun dibiarkan sultan hamengkubuwono ? karna pemilik mirota sendiri merupakan KERABAT KERATON.
makanya dilindungi keraton yang tidak 100% hilang SYIRIKNYA

kalian lihat di sumatera, kalimantan, sulawesi bahkan papua kenapa musibah disana terjadi lebih sedikit ketimbang jawa ? walau faktor alam kalian harus menyadari bahwa di jawa masih KENTAL BUDAYA MISTIS DAN SYIRIK !
itu tanda ALLAH SWT MENEGUR KALIAN !
PENGGAL LEHER SAYA KALAU DALAM 1 BULAN SAJA DI JAWA TIDAK ADA MUSIBAH baik itu longsor, banjir, gunung meletus maupun gempa bumi.

di Palembang kami memiliki adat Melayu sehingga jauh akan SYIRIK budaya HINDU BUDDHA KALIAN ITU. sedekah bumi, arung laut itu semua bukan praktek islam tapi HINDU ! kalian orang jawa sudah banyak melenceng.
dasar BODOH KAU YUSUF !

Harian Indonesia mengatakan...

eh bung coba liat jogja dimata orang indonesia, saat mereka mendengar nama jogja apa yang akan mereka bayangkan ?

SYIRIK DAN ZINA NYA !
saya sepakat dengan bung Hamengkubuwono, saya orang Samarinda yang kuliah di UGM. saat saya ingin berkuliah di jogja orang tua, guru bahkan teman saya memberi nasihat seperti ini :

"Hati-hati di jogja nanti kamu rusak disana kan orangnya pada rusak dan hati-hati akan agama disana karna orang jawa masih percaya hal mistis"

anda lihat betapa jogja dan jawa itu memang wajar banyak bencana yang terjadi karna SYIRIK dan ZINA disana tidak terbendung.
pernah liat berita kan 97% lebih remaja putri di jogja tidak perawan lagi ?
saking merajalelanya maksiat di jawa.

Anonim mengatakan...

hahahaha lucu kamu yusuf maulana bukan orang palembang tapi menjudge negatif palembang.
kalo memang seperti itu kenapa kamu tidak menceraikan istri kamu yang orang palembang itu ?
kamu tau kenapa orang jawa melihat orang Palembang itu WOW ? karna rata-rata dari mereka (orang jawa) ingin numpang hidup dan MEMPERBAIKI KETURUNAN !

* Orang jawa imagenya = HITAM, MISKIN, KAMPUNGAN DAN SYIRIK

* Orang Palembang = KETURUNAN MELAYU YANG TERKENAL PUTIH KUNING LANGSAT, MANIS, KAYA DAN TAAT AGAMA

saya tau kamu ingin memperbaiki keturunan karna kulitmu HITAM KAN wkwkwk dan ingin menguasai hartanya karna kita tau orang Palembang itu kaya

Anonim mengatakan...

@yang koment negatif : kasian banget pasti jiwa dan hati anda tersakiti yahc,,,,
dari 18october 2012 sampai 20 february 2014 masih rajin posting disini
dan melihatkan kebencian mendalam,,, wkwkwkwk
perbanyak istighfar dan ikhlaskan isi dari blog ini,,, karena ini hanya
sebuah diary dan pandangan seseorang;

Firdaus Puspo mengatakan...

Salam nusantara, kita ini satu negara satu bangsa satu tanah air bro, tolonglah kalo mmng punya dendam atau sakit hati sama orang palembang cukup dipendam dihati saja, anda sebagai orang berpendidikan tidak sepatutnya memposting hal2 yg merusak citra dan memfitnah seperti ini, ini benar2 sampah dan dpt memecah belah persatuan.. Hati2 mulut mu harimau mu, uji wong palembang tuh "makan bae dak boleh baseng2, apo lagi ngomong, pacak belobang perut kau"

Anonim mengatakan...

jangan menusuk dari belakang uy mangcik
kalau kamu berani nian datang ke tempat suku oku kito betujuhan

Muhammad Buchori mengatakan...

Sdh la mang cek, klu kito nk saleng sekatoan, dk besudahan. Malah gek laju samo2 jahatnyo. Biarla wong nk ngomong apo, yg penteng kito dk ck itu. Selagi dio ngomong, dk apo2. Kalu dio la nyenggol, lanjakke. Salam kenal wong kito. Aku asli pelembang balek tanggo buntung.

Anonim mengatakan...

Saya sendiri heran sama bangsa indonesia yang katanya menjunjung tinggi apa yang kita sebut "BHINNEKA TUNGGAL IKA" tapi SARA masih merajalela dimana-mana. Orangtua saya sendiri sempat melarang saya menikah ataupun menjalin hubungan dengan orang Palembang hanya karena anggapan mereka bahwa orang Palembang itu intinya kurang baik. Saya orang Jawa (ayah Sunda, ibu Jawa, lahir dan besar diluar negeri dan sekarang sudah pulang ke tanah Jawa) tapi tidak setuju tentang pendapat orang yang menyebutkan etnis tertentu itu kurang baik. Ada yang bilang orang Sumatra itu keras-keras dan jahat wataknya, tapi pada kenyataannya saya malah lebih nyaman berteman dengan teman teman dari barat ketimbang dari tanah saya sendiri. Orang Sumatra memang gaya bicaranya keras, tapi mereka sebenarnya sangat bersahabat sekali jika kita sudah mengenal baik dengan mereka. Sangatlah rugi kalau kita sudah berburuk sangka diawal karena mereka itu memang benar benar royal, sudah tak terhitung berapa kali saya pernah ditolong teman teman saya dari Sumatra mulai dari masalah perkualiahan hingga finansial. Orang Jawa juga terkenal suka menikam di belakang, pelit, terkadang tidak mau repot repot membantu temannya yang sedang susah kalau bicara terlalu banyak basa basi, saya juga tidak suka itu. Di kampus saya sendiri justru malah Orang Jawa yang kebanyakan menimbulkan kesenjangan sosial. Tapi Orang Jawa juga tidak semuanya begitu. Memang orang jawa itu merepotkan, tapi masih banyak juga orang Jawa yang sudah "modern" yang lebih bisa hemat waktu dalam berbicara dan royal sekali dalam berteman didepan maupun dibelakang. Teman-teman Jawa asli saya yang kebetulan sudah berpikiran "modern" juga tak kalah baik dengan orang Sumatra. Orang Timur juga banyak dikabarkan kasar, suka protes, emosian dan sedikit sedikit main fisik. Saya pernah satu semester sekelas dengan orang Timur, mereka memang suka protes tapi mereka hanya protes kepada hal-hal yang menurut mereka tidak fair saja. dan saya perhatikan, sepanjang semester, dia memang hanya memproteskan yang seharusnya diproteskan saja kok, mengingat waktu itu terdapat ketidak jujuran dan ke-SARA-an dari dosen saya. Pada dasarnya juga orang Timur itu semangat belajarnya tinggi, saya sangat salut dengan teman saya yang dari Timur itu karena waktu itu memang nilainya paling tinggi dibanding yang lain dan juga mereka itu sangat polos hatinya dan tidak tamak. Sebenarnya pada dasarnya semua orang itu ada sisi baik dan sisi buruknya, pengalaman saya hidup dinegeri orang mengajarkan saya untuk lebih luas lagi dalam memandang sesuatu. Tidak hanya memandang sesuatu dari satu sisi saja. Tidak hanya memandang buruk suatu etnis hanya karena luarnya saja/kesalahan satu orang saja. Jika kita terlanjur menilai buruk, tolong jangan lupa cari kebaikannya. Jika kita memang sudah menilai baik, usahakan jangan pernah berburuk sangka. Jika ada orang Palembang yang buruk, Jawa juga banyak, Timur juga banyak. Semua tinggal kembali kepada Individu masing-masing. Serta doakan saya, saya sedang menjalin hubungan dengan laki-laki Palembang (saya tidak menemui hal-hal buruk yang diulas di blog ini pada diri orang itu sama sekali. Dia ulet, sangat cerdas, baik, bersahaja, sederhana, suka bekerja keras untuk membahagiakan orang lain, terkadang dia mengorbankan dirinya sendiri hanya untuk membantu saya, teman temannya dan keluarganya. tidak hanya saya yang menilai begitu, teman teman saya juga banyak yang menilai begitu), sedang dalam proses pencarian restu karena sampai saat ini ayah saya juga masih SARA terhadap orang Palembang hanya karena kakak ipar ayah saya (orang Palembang) pernah mengkhianati keluarga. Saya sedih terhadap bangsa indonesia yang memiliki "BHINNEKA TUNGGAL IKA" tetapi sudah tercoreng dengan SARA yang masih banyak terjadi di pikiran banyak WNI. Saya sempat malu dan syok dengan kondisi Indonesia ini setelah pulang dari luar negeri.

Anonim mengatakan...

Memang benar pak orang palembang itu banyak yg blagu2 ndablek keras batu miskin attitude. Ga seperti orang jawa yg menjungjung tinggi toto kromo. Wong ada yg curhat begitu kok pd meledak kalo ga ngerasa ya diem aja kali susah amat makin keliatan aja watak sebenernya hahaha kasian deh lo. Kalo lo pade juga pd sebel sm jawa ngapain org sana banyak yg nuntut ilmu dan cari penghidupan di tanah kami??? KESIAN DEH REALISTIS KALO MO NYANGGAH

Anonim mengatakan...

menurut gw....orang palembang itu...suka mencuri....kalo ada yang ngak mencuri berarti dia udah cacat alias sudah pernah di dor..... salam tiga jari....pisss mass becanda sek to.....hidup jogja

Anonim mengatakan...

Ah dasar postingan orang bego

Anonim mengatakan...

gua pikir ;cuma anjing madura aja suku paling sialan di muka bumi .,,eeeh ternya ta ada juga saingan dari sumatra yaitu palembang .../// baru tau gua......

Anonim mengatakan...

SUKU PALING BANGSAT DI INDONESIA YAITU; 1. MADURA ANJING DJANCUK , SUKU INI TERKENAL KARENA KARENA KARAKTERNYA YANG MIRIP IBLIS . 2..JAWA MUNAFIK KEPARAT , SUKU INI TERKENAL KARENA GAYA MENJILATNYA YANG MEMATIKAN,,LUAR BIASA HEBAT DALAM SENI MENGHASUT ORANG,,DAN OPORTUNIS KELAS WAHID..

Anonim mengatakan...

SAHABAT SEKALIAN NIH ANE KASIH TAU CIRI2 UMUM SUKU ANJING MADURA ...1. MUKANYA GOSONG MIRIP KULIT PELER...2..LAGAKNYA TENGIK, SOK JAGOAN,SERAKAH SUKA NGUASAIN TANAH ORANG ALIAS NYAPLOK , SUPER JOROK ,,, LICIK KALAU BERBISNIS. DAN YANG TERAKHIR,, TUKANG KAWIN ALIAS MANIAC NGEWE.

Anonim mengatakan...

MADURA+JAWA= YAHUDI.

Anonim mengatakan...

yang komentar wong plembang nian. Besak kelakar galo mamang2 ini, cak yo nian ado yang nak nujah bunuh dll, ngapola wong palembang besak nian omongan tu ye? dak ngerti lagi aku.

Lah memang ado kok kenyataan apo yang diceritoke mamang yang nulis blog ini, ngapo kito harus marah? biarlah itu kan dari sudut pandang mamang itu,
men aku jujur bae, betako'an galo wong palembang tu, gawe nak bejoget, ngerop cuko, ngenyangin perut tapi men usaha begawe nak lemak bae, gampang capek, gampang yosudah jadilah tapi gaya idup cak paling hebat.

jadi, men ado tulisan ini aku dak tetanggu, kenyataan memang bener kok dari sudut pandang dio, men kito dak terimo, pacak dak kamu2 buktike men wong palembang dak cak itu? dimano tempatnyo? cubo buktike

Anonim mengatakan...

hahahaha....ayolah buktikan di lapangan...orang jawa lawan orang sumatra...orang sumatra yang akan menang, mau bukti, hayoo ketemuan.

Jgn cuman gede omongan doang jelek2in suku, dasar pengecut dan pecundang pada.Apa orang jawa semuanya begitu ? kasian sekali.Mudah2an ga. Jangan2 hanya beberapa cecunguk aja yg kek gitu.

Anonim mengatakan...

benar bung.. orang palembang itu anjing semua..
suka sirik.
penjajah tu

zeanivevax mengatakan...

Menurut saya apa yg di post di blog ini memang salah.

Saya kagum pada saudara anonim yang sudah meluruskan mungkin pandangan orang se-Indonesia. Saya hanya ingin bilang
"TOLONG PERBAIKI GENERASI MUDA SEKARANG"
karena generasi muda lah yang dilihat diluar sana dan penerus bangsa ini, jika generasi muda kacau pasti kurangnya pendidikan dari generasi sebulumnya.

terimakasih atas perhatiannya

wassalam

PTC Terpercaya 2015 mengatakan...

Berhenti saling mengejek dan melecehkan satu dengan yang lain.
Apakah kalian lupa, betapa sulitnya para pahlawan dalam merebut dan mempersatukan bangsa ini ?!
Saya sendiri orang jogja, dan saya mempunyai banyak teman dari berbagai suku, termasuk palembang. Dan kami bisa saling menghargai dan menghormati, sehingga tercipta suasana yang nyaman dan harmonis.
Sekali lagi berhenti saling mengejek dan melecehkan.
BERBEDA-BEDA TETAPI TETAP SATU !!!!

Anonim mengatakan...

Kalau soal materialistis tidak begitu masalah, yang saya tahu setiap saya ketemu dengan orang Palembang dan dari pendapat teman-teman yang sudah bergaul dengan orang Palembang juga, rasanya tidak ada didunia ini yang mempunyai sifat seperti orang Palembang yang dibawah level Jahiliyah.

Anonim mengatakan...

Betul sekali, tak ada sedikitpun kita temui kebaikan orang Palembang, Banyak orang bilang orang Malaysia jahat, itu salah yang jahat adalah orang Palembang yang sudah jadi orang Malaysia.

Poskan Komentar

Terima kasih atas tanggapan berharga Anda untuk tulisan ini.