Tabloid Lama


kitchencraft-shop.blog.com
Saya lupa pernah membeli tabloid tumbuh kembang anak dan bacaan para ibu yang bertemakan pengasuhan anak. Yang sempat saya kerjakan adalah menyimpannya di rak kamar tidur dengan harapan saya atau istri membacanya.

Koleksi Nakita dan Nova saya beli ketika masih indekos dan belum menikah. Edisinya pun berkisar 7-11 tahun lalu. Lebih tua dari usia pernikahan saya apalagi umur Emira. Ternyata, saat saya buka-buka lagi (karena istri saya membaca kembali), saya bersyukur tidak salah memilihkan bacaan. Bacaan yang diniati untuk kelak saat saya berkeluarga, hari ini baru diakses dengan intensif. Meski berumur lama, bacaan-bacaan ini masih bermanfaat. Mulai dari soal mitos kehamilan hingga tren melatih kecerdasan anak dengan bantuan musik.


Dulu saya beli dengan ekspektasi di kemudian hari akan berguna—dan ini sudah terpenuhi. Beberapa artikel di tabloid itu saya baca ketika usai membeli. Mengerti namun tidak pernah dipraktikkan. Beberapa (banyak) sekadar konsep atau wacana saja akhirnya. Bagaimana bisa menerapkan ke anak (bayi) wong menikah saja belum. Lain halnya sekarang. Bacaan di tabloid amat membantu pengayaan wawasan saya dan istri.

Saat yang sama, Nakita yang banyak memampang foto-foto bayi rupanya menarik perhatian Emira. Jadilah, Emira selaku pembaca ketiga dari bacaan saya itu. Dia begitu antusias dan sering berkata ‘Dek’ pada bayi-bayi yang imut nan lucu. Bahkan, dengan mudah kita bisa meminta Emira untuk men-sun foto adik bayi itu, dan dia dengan segera melakukannya.

Bacaan-bacaan lama itu belakangan dibawa pisah Emira. Halaman terburai bahkan jadi mainan dia. Bersyukur, Emira tidak menyobekinya. Dia tampak gemas dengan foto-foto bayi di ceceran halaman yang memenuhi kamar kami.

Selagi tidak membahayakan dan juga menghilangkan sumber pengetahuan (dirobek), kami biarkan Emira menikmati mainan barunya itu. Dengan harap lain, ia jadi terbiasa dengan bacaan konvensional (sebelum beralih ke internet atau digital). Kedua, agar Emira tahu bahwa foto adik bayi di tabloid itu kelak sama dengan bakal adiknya (insya Allah) sehingga dia bisa menerimanya meski alami sundhulan.[]

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas tanggapan berharga Anda untuk tulisan ini.