Rezeki Tak Tersadari


Koleksi nadjaseale
Saya tersadar, meski orangtuanya beberapa kali terkena flu, Emira sudah lama tidak sakit. Saya lupa kapan terakhir dia sakit. Paling parah, sakitnya pun tergolong sakit biasa dan terkait pergantian cuaca. Kalau tak salah saat kemarau usai Lebaran tahun lalu.

Sehatnya Emira dan masih konsistennya ia untuk mudah memakan apa yang kami berikan, merupakan anugerah tersendiri. Saya kerap berdoa agar Allah memberikan rezeki pada kami. Rezeki yang berupa harta benda mungkin belum hadir langsung. Dia memberikan secara mengangsur. Di antara rezeki yang Allah berikan dan luput saya syukuri adalah sehatnya anak dan istri.


Alhamdulillah, bila rewel, ini bukan karena Emira sakit. Biasanya kehausan di malam hari. Atau mengompol. Senantiasa sehatnya merupakan rezeki pada kami. Betapa banyak uang yang dikeluarkan oleh para orangtua demi kesehatan anak-anaknya? Syukur kalau dia punya harta benda, bila tidak?

Harta benda itu diganti dalam wujud sehatnya Emira. Paling banter kami hanya membeli bawang merah untuk diusapkan di punggung Emira saat ia tidak enak badan karena kecapekan berjalan-jalan. Tak ada obat dari dokter atau berbahan kimiawi. Karena saya dan istri percaya: tanpa imunisasi tubuh Emira sudah imun. Allah tak mungkin luput dari pengadaan onderdil bagi hamba-Nya.

Karena tak dibiasakan mengonsumsi obat kimiawi, imunitas tubuh anak terbentuk. Ini teori umum yang pernah kami baca. Keteguhan orangtua untuk mengawal soal ini merupakan rezeki tersendiri. Sebuah nikmat bisa mengonsisteni apa yang dibaca dengan yang dipraktikkan.

Tampaknya saya tidak perlu harus repot memikirkan soal harta benda melulu. Tak semata soal nikmat dari-Nya itu harus berupa uang dan uang. Ada kalanya berupa materi yang lain. Atau kadang berupa imateri, tapi sungguh kalau diuangkan akan bernilai jutaan. Saya membayangkan seperti teman saya yang anak-anaknya beberapa kali sakit, ia yang berada tetap saja mengeluarkan uang tak sedikit.

Semoga sehatnya Emira dan keluarga kami menambah syukur pada karunia Allah.[] 

2 komentar:

Sun Asih mengatakan...

iya, sehat itu "murah", tapi ga "murahan". btw, aku jg ga mengimunisasi Bintang lho, sakitny pernah panas aja dua kali, dua2nya krn kecapekan. dengan pengalamanku yg sering sakit2an, skrg aku malah menerapkn ke anakku jgn sampe kemasukan obat kimiawi; pake obat alami aj spt minyak zaitun utk masalah kulit atau air putih kalo badan panas ato kena pilek alergi. hamdalah bintang bs smbuh sndiri tanpa obat, cuma ku pijat2, terapi air putih, sedikiiiiiiit madu, n tidur lebih lama aja dari biasanya. alhamdulillaah, smg kita bisa sehat lahir batin selalu yaa :)

Yusuf Maulana mengatakan...

Alhamdulillah, Bunda Bintang telah memilih jalur tepat untuk tidak mengimunisasi ala pemerintah. Semoga tetap sehat Bintang Gemintang!

Poskan Komentar

Terima kasih atas tanggapan berharga Anda untuk tulisan ini.