Bayi Jatuh Ditolong Malaikat?

allwomenstalk.com
Akhirnya Emira terjatuh dari tempat tidur kami. Subuh hari saat istri saya masih terlelap kecapekan, Emira aktif bergerak-gerak. Waktu itu dia dipindahkan dari ranjangnya ke tempat tidur kami. Demi keamanan, dia dilindungi dengan bantal-bantal.

Namun, guling yang menjadi ‘benteng’ agar dia tidak jatuh ternyata tak berarti. Bobot tubuh berikut keaktifan Emira mengakibatkan bantal itu beranjak dari tempatnya.


Saat bantal-bantal itu jatuh, dia yang mencari saya (karena ke masjid) meluncur bersama selimut pemberian uwaknya. Memang rendah posisi tempat tidur kami, yakni seratusan centimeter dari lantai. Posisi yang sama mengakibatkan putra seorang teman sedikit benjol akibat benturan dengan lantai.

Saat terkesiap, istri saya kaget bukan kepalang. Emira sudah di lantai sembari bermain-main dengan baskom berisi air untuk istinjaknya. Emira ternyata tidak menangis, dugaan istri saya posisi pertama saat jatuh adalah pantatnya. Karena pantatnya empuk, plus berselimut, Emira meluncur dengan aman. Kepalanya terlindungi, alhamdulillah.

Saat pulang dan diceritakan kronologi tersebut, saya langsung memeriksa bagian belakang kepala Emira. Meski tidak menangis, saya cemas ada apa-apa. Ternyata memang Emira baik-baik saja, bahkan beberapa hari setelah jatuhnya.

Saya bersyukur atas selamatnya Emira. Meski jatuhnya bayi hal biasa, saya pernah bertekad untuk tidak terjadi hal sama pada Emira—juga adik-adiknya kelak. Mungkin tidak ada benturan yang mengharuskan Emira atau adiknya ke tenaga medis. Hanya saja, menjaganya dengan baik agar tidak jatuh bukankah lebih baik lagi? Ini tentu tak bermaksud menghambat kreativitas anak saat bergulingan di ranjang. 

Selamatnya segera membuat saya berseloroh ke bunda Emira, “Emira diselamatkan malaikat,soalnya nunggu Aba dari Subuhan.”

Saya tak sempat mengingat bahwa orang-orangtua memang sering mengatakan bahwa saat bayi jatuh ada malaikat yang menyelamatkan. Tentu saja, malaikat yang bekerja karena diutus penciptanya, Allah, dalam rangka memperlihatkan rahmat-Nya.

Entah benar atau tidak, karena memang saya belum menemukan legitimasi dari Qur`an dan hadis soal itu. Tetapi secara umum memang rahmat Allah turun dan hadir kapan saja Dia berkehendak. Termasuk saat bayi-bayi kita terguling dari ranjang atau tempat tidur orangtuanya. Namun ini tak berarti bayi yang jatuh lantas ada dampak buruk bagi orangtua atau keluarganya lantaran Allah tidak mendatangkan rahmat. Kita tak tahu rezeki apa  yang dibagikan bagi bayi-bayi berikut orangtuanya.

Kadang rahmat itu dihadirkan untuk menegur kelalaian orangtua. Atau mungkin rahasia lain yang kita tak mampu mencernanya saat musibah itu hadir. Jadi, jangan tanya pada saya mengapa anak empat tahun gitaris Eric Clapton terjatuh dari lantai tinggi dan kemudian meninggal 20 Maret 20 tahun lalu?[]

2 komentar:

cici mengatakan...

iya bayiku 6 bulan jatuh dari t4 tidur springbed, lumayan tinggi buat ukurannya. namun anehnya dy tidak menangis malah ngoceh2..tapi sedihnya dy jadi gak senyum & tertawa...hatiku sedih kala ingat malam kemarin...dan menyesal...moga tak ada apa2 pada kesehatannya...amiin...

Yusuf Maulana mengatakan...

Insya Allah dengan menganggap jatuhnya adik bayi sebagai pembelajaran, kesedihan kita selaku orangtua berangsur. Awalnya saya dulu juga begitu sedih; merasa tidak bisa mengawasinya. Karena saya sedih, anak saya pun ikut terbawa suasana hati saya. Maka, dengan Bunda Cici ceria, anak juga tidak lagi ingat akan jatuhnya dulu.

Poskan Komentar

Terima kasih atas tanggapan berharga Anda untuk tulisan ini.