![]() |
| republika.co.id |
Apriyani Susanti sebenarnya memberikan pelajaran berharga
pada kita. Soal kejujuran. Entah mengapa, dari berkali-kali video yang memutar
wajahnya usai membunuh sembilan manusia dan menciderai tiga manusia Ahad lalu,
tak ada raut kesedihan. Dingin dan tak ada keterkejutan. Bahkan, santer
diberitakan ia sempat memarahi seorang warga yang di lokasi kejadian
mempertanyakan perbuatannya.
Sebagai manusia dewasa dan berpendidikan, Apri jelas tidak
bisa menanggalkan keibaan pada para korban yang dibunuhnya. Bukti dan saksi
sudah jelas memperlihatkan posisinya bersalah. Maka, kali pertama dia tidak
memperlihatkan keterkejutan, ini kebohongan pertama. Sedangkan menyalahkan
pihak lain, sebagaimana ia perlihatkan kepada warga yang memprotesnya,
merupakan kebohongan kedua.








